Home

Media Informasi Seputar Arsitektur

Wednesday, April 20, 2016

GREEN BUILDING AT MAKASSAR (ECO-MALL)



GREEN BUILDING AT MAKASSAR (ECO-MALL)


KONSEP RANCANGAN

Salah satu bangunan yang landasan konseptualnya adalah juga penghematan energi, adalah Eco Mall di Singapore yang merupakan Mall pertama yang di rancang dengan konsep Eco Architecture. Energi panas yang tersimpan oleh panel Surya ini diubah menjadi energi listrik yang selanjutnya dapat digunakan untuk menyalakan alatalat elektrikal, pencahayaan buatan dan penghawaan buatan terutama pada penggunaan malam hari. Pada siang hari sistim penghawaan dan pencahayaan lebih difokuskan pada pendekatan alami (natural cooling and lighting). Permasalahannya adalah pengadaan panel surya ini juga tidak murah. Namun untuk jangka panjang Panel Surya ini sangat efektif untuk penghematan energi. Sedangkan pencayaan bisa dikombinasikan antara pencahayaan alami dengan pemasangan kaca yang juga dapat mereduksi panas, pencahayaan buatan, menggunakan lampu-lampu hemat energy dapat dipertimbangan untuk pengurangan energi.
Lampu hemat energi adalah penggunaan lampu-lampu yang mempunyai tingkat
efikasi tinggi, artinya mempunyai tingkat Illuminasi cahaya tinggi (Lux)/ watt. Oleh karena itu penggunaan lampu jenis SL dengan wattage rendah (8 – 11 watt) tetapi mempunyai tingkat illuminasi 560 – 770 Lux sangat disarankan. Tingkat illuminasi sebesar itu sangat mencukupi untuk kegiatan sehari-hari yang berkisar 150 – 400 lux. Keuntungan dari dari pemakaian lampu hemat energi adalah tidak menimbulkan efek panas pada ruang. Penerangan buatan juga dapat di hasilkan dari lamapu LED, yang memiliki terang cahaya cukup kuat, dengan pemakaian daya yang rendah. Disisi lain pertimbangan teknologi juga dimanfaatkan pada sistim penghawaan buata, ( Air Condition ), penghawaan buatan ini menjadi sangat vital manakala yang dibicarakan adalah bangunan – bangunan tinggi, ataupun bangunan bentang lebar, yang tidak akan
mampu menggunakan penghawaan alami. Permasalahannya adalah kontradiktif dengan masalah pencahayaan. Secara teknologi hal ini di dalam bangunan tinggi dipakai cell tenaga surya.

PROSES PERANCANGAN
Dalam bagian pembahasan ini, akan dihadirkan beberapa proses perancangan dengan konsep Eco Architecture dan juga mengacu pada Smart Building. Analisa Rancangan Tapak, untuk mendapatkan sisitim pencahayaan & penghawaan yang optimal, yang dikombinasikan dengan sisitim tata udara dan tata cahaya yang direncankan seefisien mungkin, sehingga konsep Smart Building dan Eco Architecturenya dapat di capai.
Berikut gambaran perancangan yang akan diterapkan dalam bangunan:
-       Posisi bangunan terhadap pergerakan matahari yang berada pada bangunan nantinya adalah bangunan Headquarters Of Energy Commission, yang juga memanfaatkan cell surya untuk mengatasi efisiensi energi dalam bangunan, dibawah ini rancangan tapak terhadap kawasan yang ada. Analisa pengaruh energi terhadap design bangunan, untuk mencapai optimalisasi penggunaan energi dalam bangunan, akan tetapi masih dapat mempertahankan sisi design bangunan serta aspek kenyamanan dan fungsinya dapat terpenuhi.
-       Pemanfaatan cell surya, selain untuk tampilan design arsitekturnya, juga memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyumbangkan energi yang digunakan, sehingga menghasilkan keterpaduan yang sempurna untuk menciptakan Smart Building dan Eco Architecture.
-       Karena lahan perkotaan telah telanjur disesaki bangunan, maka sasaran perolehan sel - sel hijau daun beralih pada hamparan atap datar gedung-gedung yang justru lebih banyak dibanjiri cahaya matahari.  Atap hijau jenis ini ditandai struktur atap beton konvensional dengan biaya dan perawatan taman relatif murah karena penghijauan atap hanya mengandalkan tanaman perdu dengan lapisan tanah tipis. Manfaat atap hijau bukan hanya sebatas peningkatan nilai estetika dan penghematan energi, pengurangan gas rumah kaca, peningkatan kesehatan, pemanfaatan air hujan, serta penurunan insulasi panas, suara dan getaran, tetapi juga penyediaan wahana titik temu arsitektur dengan jaringan biotop lokal. Perannya sebagai "batu loncatan" menjembatani bangunan dengan habitat alam yang lebih luas seperti taman kota atau area hijau kota lainnya.
-       Secara umum perletakan jendela harus memperhatikan garis edar matahari, sisi utara dan selatan adalah tempat potensi untuk perletakan jendela (bukaan), guna mendapatkan cahaya alami.
-       penghawaan alami dengan metode mengalirkan udara yang terencana dengan baik. Untuk Indonesia yang terletak di sekitar khatulistiwa dengan kondisi iklim tropis lembab. System penghawaan yang baik adalah melalui ventilasi silang baik secra horizontal maupun vertical, sehingga akumulasi panas dan lembab di dalam ruang dapat dikendalikan.

No comments:

Post a Comment

Semoga Artikell Kami Bermanfaat,,,,,,,,,, Jagan Lupa Langganan dan Membagikan,,,,,,,,,!