Home

Media Informasi Seputar Arsitektur

Wednesday, April 20, 2016

PENGERTIAN PERUMAHAN

PERUMAHAN




            Kali kami akan membahas perumahn yang meliputi definisi perumahan dan aspek- aspek perancanaan perumahan,
1.      Definisi perumahan

Bila dikaji melalui pengertian yang tertuang dalam undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang perumahan dan pemukiman, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang di lengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan.

Bagi sebuah lingkungan perkotaan, kehadiran lingkungan perumahan sangatlah penting dan berarti karena bagian terbesar pembentuk struktur ruang perkotaan adalah lingkungan pemukiman. Sehingga baik buruknya system perkotaan di pengaruhi oleh baik- buruknya lingkungan permukiman.


Oleh karena itu perencanaan sebuah perumahan memegang peran yang sangat penting dalam pengendalian laju pembangunan agar berdampak positif dan berkesenambungan. Perencanaan itu harus dilakukan, dimulasi dari perencanaan rumah-rumah hingga perencanaan lingkungan permukiman dasn ruang perkotaan, bahkan hingga scenario wilayahnya.

2.      Aspek Perencanaan Perumahan

Untuk membuat sebuah perencanaan perumahan yang betul-betul dapat menjawab tuntutan pembangunan perumahan dan permukiman maka perlu di pertimbangkan secara matang aspek-aspek perencanaannya. Keberhasilan pembangunan perumahan sebagai bagian dari program pengembangan nasional memang tidak lepas dari aspek-aspek perencaaan yang harus di penuhi. Implementasinya atau pengaruhnya pada hasil yang meliputi pengembangan konsep pembangunan perumahan dan pemukiman maupun [pembangunan fisik perumahan dan permukiman yang selanjutnya di oimplementasikan oleh pemerintahdalam bentuk kegiatan, program, dan proyek pembangunan perumahan dan permukiman.

Dengan memperhatikan aspek-aspek perencanaan sepanjang pembangunannya, di harapkan baik arah maupun laju pembangunan perumahan akan dapat mencapai suatu kondisi dimana jumlah dan kualitasnya sesai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Karena perumahan dan permukiman berfungsi sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia serta sebagai tata cara dari kehidupan social yang tertib maka di dalam merencanakan perumahan harus mempertimbangkan aspek-aspek yang mendasari perencanaan perumahan tersebut.
Antara lain:
1.      Lingkungan
Hal utama yang harus di pertimbangkan dalam perencanaan perumahan adalah menejemen lingkungan yang baik dan terarah, karena lingkungan suatu perumahan merupakan factor yang sangat menentukan yang keberadaannya tidak boleh di abaikan. Hal tersebut dapat terjadi karena baik buruknya kondisi lingkungan akan berdampak terhadap penghuni perumahan.



Gambar perumahan bertipe kecil yang di tunjang dengan desain dan penataan lingkungan yang bagus dan tertata sehingga berkesan luas dan nyaman.

Pertimbangan terhadap faktor-faktor lingkungan dalam perencanaan lingkungan perumahan mutlak di perlukan, karena pada hakikatnya proses tembentukannya lingkungan perumahan merupakan akumulasi dari unit-unit rumah sebagai pembentuk perumahan di perlukan juga perencanaan terhadap lingkungan perumahan tersebut, terkait secara mikro ( perencanaan secara detail terhadap unit-unit rumah ) serta makro ( perencanaan dan pencermatan terhadap lingkungan dimana perumahan tersebut berada ).
                       

2.      Daya beli

Perencanaan bangunan di harapkan dapat mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang telah di canangkan sesuai dengan programnya. Di dalam perencanaan perumahan selalu di pikirkan kesesuaian antara ukuran bangunan, kebutuhan ruang, konstruksi bangunan maupun bahan bangunan yang digunakan yang digunakan dengan jangkauan pelayanannya. Hal ini perlu di antisipasi mengingat kemampuan rata-rata ( kemampuan daya beli ) masyarakat pada wilayah satu dengan yang lainnya tidak sama.

Faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat antara lain:
a.       Pendapatan perkapita sebagian besar masyarakat yang masih relative rendah ( di bawah standar )
b.      Tingkat pendidikan sebagaian besar masyarakat, terutama di daerah pedesaan, masih relative rendah.
c.       Pembangaunan yang belum merata pada berbagai daerah sehingga memicu timbuknya kesenjangan social dan ekonomi yang berdampak terhadap persaingan antara golongan yang berpenghasilan tinggi dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah , seolah- olah fasilitas dan kemajuan pembangunan haya dapat di nikmati olehn kalangan yang berpenghasilan tinggi saja.
d.      Situasi politik dan keamanan yang cenderung tidak stabil sehingga mempengaruhi minat dan daya masyarakat untuk berinfestasi dan mengembangkan modal.
e.       Inflasi yang tinggi yang menyebabkan naiknya hartga bahan bangunan, yang berdampak dengan melambungnya harga rumah, baik untuk katagori rumah sederhana , menengah maupun mewah


Gambar perumahan menengah atas yang tidak terjangkau oleh masyarakat bawah.
            Elemen Permukaan
            Permukiman terbentuk dari kesatuan isi dan wadahnya. Kesatuan antara manusia sebagai penghuni ( isi ) dengan lingkungan hunian ( wadah ) akan membentuk suatu komonitas yang secara bersamaan dapat membentuk suatu pemukiman yang mempunyai dimensi yang sangat luas, dimana batas dari permukiman biasanya berupa batasan geografis yang ada di permukaan bumi, misalnya suatu wilayah atau benua yang terpisah karena lautan.
Sepanjang perjalanan hidup, manusia selalu menyesuaikan diri dengan berbagai halangan yang di temui. Oleh karena itu manusia selalu berubah dan berkembang, menciptakan berbagai bentuk fungsi yang merupakan dimensi ketiga dalam kehidupan manusia. Karena untuk menciptakan fungsi itu membutuhkan waktu, maka sebenarnya dalam suatu lingkungan permukiman manusia membutuhkan empat dimensi untuk dapat melangsungkan kehidupan.
1.      Alam

a.       Geologi
Geologi merupakan kondisi batuan dimana permukiman tersebut berada.sifat dan karakter geologi suatu pemukiman ( wilayah ) akan berbeda dengan pemukiman yang lain. Perbedaan tersebut antara lain di sebabkan oleh adanya kondisi dan letak georafis yang berbeda. Misalnya wilayah pegunungan dengan daerah di tepi pantai akan mempunyai kondisi geologi yang berbeda.
b.      Topografi
Topografi merupakan kemiringan suatu wilayah yang juga di tentukan oleh letak dan kondisi geogrofis suatu wilayah.kemiringan permukaan suatu wilayah permukiman dengan wilayah permukiman yang lain pasti berbeda. Sebagai contoh, tepogrofi suatu lereng pegunungan akan miring relative terjal, akan tetapi pada daerah selain pegunungan maka topografinya cenderung datar.
c.       Tanah
Tanah merupakan media untuk meletakkan bangunan ( rumah )dan menanam tanaman yang bermanfaat yang  dapat digunakan untuk menopang kehidupan.
Pendirian perumahan sesuai dengan peruntukannya, kemudian pembagian peruntukannya juga harus di sesuaikan dengan peraturan kelembagaan yang berlaku  ( misalnya perbandingan daerah terbangun dan wilayah terbuka sebesar 40% di banding 60% dan sebagainya, agar kelestarian lingkungan tetap terjaga sepanjang masa.
d.      Air
Air merupakan sumber kehidupan yang pokok dan fital sepanjang kehidupan masih berlangsung, baik untuk manusia maupun mahluk hidup yang lain.

2.      Manusia
Di dalam suatu wilayah permukiman, manusia manusia merupakan pelaku utama kehidupan, di samping mahluk hidup lain seperti hewan,tumbuhan dan lainnya. Sebagai mahluk yang paling sempurna, dalam kehidupannya manusia membutuhkan berbagai hal yang dapat menunjang kelangsungan hidupnya, baik itu kebutuhan biologis ( ruang, udara, temperature dan lain-lain ), perasaan dan presepsi, kebutuhan emosional, serta kebutuhan akan nilai-nilai moral.

3.      Masyarakat
Masyarakat merupakan kesatuan sekelompok orang ( keluarga ) dalam suatu permukiman yang membentuk suatu komonitas tertentu. Hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat yang mendiami suatu wilayah permukiman adalah sebagai berikut:
a.       Kepadatan dan komposisi penduduk.
b.      Kelompok social
c.       Adat dan kebudayaan.
d.      Pengembangan ekonomi
e.       Pendidikan
f.       Kesehatan
g.      Hokum dan administrasi

4.      Bangunan /Rumah
Bangunan ( rumah  ) merupakan wadah bagi manusia ( keluarga ).
Pada prinsipnya bangunan yang dapat digunakan sepanjang operasional kehidupan manusia bias di katagorikan sesuai dengan fungsi masing-masing, yaitu:
a.       Rumah pelayanan masyarakat ( sekolah, rumah sakit,dll )
b.      Fasilitas rekreasi ( fasilitas hiburan )
c.       Pusat perbelanjaan ( perdagangan ) dan pemerintahan
d.      Industry
e.       Pusat transportasi
5.      Networks 
Networks merupakan sistem buatan maupun alam yang menyediakan fasilitas untuk operasional suatu wilayah permukiman. Untuk sistem buatan, tingkat pemenuhannya bersifat relatif, dimana antara wilayah permukiman yang satu dengan yang lain tidak harus sama. Sebagai contoh, untuk daerah pegunungan akan berbeda dengan daerah perkantoran dalam hal pemenuhan air bersih.di daerah pegunungan air bersih dapat dengan mudah diperoleh sehingga tidak membutuhkan jaringan air bersih. Di wilayah perkotaan, jaringan air bersih mutlak di perlukan karena air dari sumur biasanya sudah tercemar dengan limbah, baik industry maupun rumah tangga.
Sistem buatan yang keberadaan di perlukan di dalam suatu wilayah, antara lain:
a.       Sistem jaringan air bersih
b.      Sistem jaringan listrik
c.       Sistem transportasi
d.      Sistem komunikasi
e.       Drainase dan air kotor
f.       Tata letak fisik

No comments:

Post a Comment

Semoga Artikell Kami Bermanfaat,,,,,,,,,, Jagan Lupa Langganan dan Membagikan,,,,,,,,,!