Home

Media Informasi Seputar Arsitektur

Tuesday, May 17, 2016

Skripsi Hotel Pariwisata Danau Kalimutu BAB I



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha dewasa ini sangatlah pesat khususnya di Indonesia, hal tersebut akibat adanya upaya para pelaku bisnis, baik pihak swasta maupun pemerintah yang berusaha untuk menyediakan sarana dan prasarana bisnis melalui berbagai macam usaha.
Perkembangan tersebut perlu dibarengi dengan upaya-upaya peningkatan sumber daya manusia yang cukup bagi para pelaku bisnis agar dapat berperan aktif dan tidak ketinggalan dengan pengusaha asing, sehingga pelaku bisnis kita mampu untuk bersaing dengan pengusaha dan masyarakat internasional.
Kabupaten Ende adalah salah satu kota yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di mana penuh dengan perkembangan sejarah Negara Indonesia . Kabupaten Ende juga terkenal akan tempat pariwisatanya, salah satunya Danau Kelimutu atau biasa di kenal dengan Danau Tiga Warna. Bidang pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Ende dalam pengembangan suatu kota, perkembangan wisatawan dari tahun ketahun makin meningkat, tidak hanya wisatawan lokal melainkan wisatawan asingpun ikut hadir untuk menikmati indahnya Danau Kelimutu,hal tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan yang datang ke Kabupaten Ende cukup tinggi.
Dengan meningkatnya pariwisata maka kebutuhan akan tempat menginappun bertambah. Kabupaten Ende memang banyak memiliki hotel atau tempat penginapan, namun jarak hotelhotel tersebut sangat jauh dengan lokasi pariwisata Danau Kelimutu. Bahkan sampai saat ini jumlah hotel yang berada dekat dengan lokasi pariwisata Danau Kelimutu hanya satu buah hotel yaitu Hotel Flores Sare yang hanya memiliki 21 buah kamar dan fasilitas penunjang berupa restauran, poliklinik dan kolam renang.  Dengan melihat hal tersebut maka di rencanakan akan membangun hotel pariwisata di sekitar lokasi Danau Kelimutu dengan menyediakan jumlah kamar yang lebih banyak dan fasilitas penunjang yang lebih lengkap misalnya kolam renang, coffe shop , restauran, minimarket dan lain – lain dengan dasar pertimbangan jangka panjang. Pembuatan hotel tersebut juga diakibatkan makin banyaknya kebutuhan sarana akomodasi hotel yang diperuntukkan untuk para wisatawan yang datang berkunjung  di mana jumlah wisatawan yang berkunjung pada tahun 2010 sebesar 26.244 orang, tahun 2011 sebesar 28.892, dan tahun 2012 sebesar 30.331, hal ini menunjukan rata – rata  peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ketahun sebesar 13,13 % sehingga kebutuhan sarana akomodasi hotel untuk masa yang akan datangpun semakin meningkat.
Melihat keadaan hotel pariwisata yang ada di Kabupaten Ende, tidak kita temukan suatu bangunan hotel yang mempunyai ciri khas bangunan Kabupaten Ende, baik dari bentuk maupun penampilan bangunan itu sendiri, untuk itu diperlukan suatu perencanaan bangunan hotel pariwisata yang mampu memberi ciri khas bangunan Kabupaten Ende pada bangunan hotel tersebut. Adapun yang menjadi khas perencanaan bangunan hotel ini adalah pendekatan bentuk arsitektur tropis vernakuler Kabupaten Ende, dengan harapan agar konsep arsitektur tropis vernakuler ini menjadi ciri khas tersendiri yang mampu menarik tamu/pengunjung, sekaligus akan menjadi land mark bagi Kabupaten Ende.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka hotel pariwisata dianggap perlu ditingkatkan baik kualitas maupun pelayanan hotel itu sendiri, guna menunjang kegiatan wisata yang ada. Sekaligus akan memberi pilihan kepada wisatawan  untuk memilih hotel yang mereka inginkan, dengan demikian pengelola hotel akan berusaha dan menyediakan prasarana pendukung yang terbaik bagi pengunjung.
B.    Rumusan Masalah
1.     Masalah arsitektural
Permasalahan yang akan dikaji dalam penulisan ini :
a.          Bagaimana menentukan lokasi site yang strategis berdasarkan sebagai tuntutan fungsi sebagai hotel pariwisata?
b.        Bagaimana merencanakan fasilitas – fasilitas  penunjang dengan mempertimbangkan potensi wisata di area hunian sehingga dapat mendukung hotel wisata yang akan direncanakan ?
c.          Bagaimana menghadirkan sebuah bangunan yang mempunyai ciri khas budaya setempat pada hotel pariwisata ?

2.   Masalah non arsitektural
a.     Bagaimana menjelaskan alasan mengapa di bangun hotel pariwisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende?
b.    Bagaimana mengadakan pendekatan kuantitatif atau angka dalam hal memprediksi kapasitas dan jumlah ruang untuk jangka waktu yang panjang?
c.      Bagaimana menentukan karakteristik hotel pariwisata dengan pendekatan pada arsitektur tropis vernakuler.
C.    Tujuan dan Sasaran Pembahasan
1.     Tujuan pembahasan
Menyusun landasan konseptual dari hotel pariwisata sesuai tuntutan dan fungsinya sehingga dapat diaplikasikan ke dalam bentuk desain.
2.     Sasaran pembahasan
Mendapatkan konsep perencanaan hotel pariwisata dengan pendekatan arsitektur tropis vernakuler yang mempertimbangkan persyaratan, kriteria, karakteristik aktivitas, faktor-faktor penentu fasilitas dan faktor-faktor penentu bagi landasan desain fisik, serta faktor lingkungan alam sekitarnya.
D.    Lingkup dan Batasan Pembahasan
1.     Lingkup pembahasan
Dalam hal ini pembahasan difokuskan pada disiplin ilmu arsitektur dan tetap mempertimbangkan aspek disiplin ilmu lain yang dianggap dapat mendukung proses penyelesaian permasalahan pada topik bahasan yang dibahas dengan asumsi dan logika sederhana untuk suatu perencanaan hotel pariwisata.
2.     Batasan pembahasan
Batasan pembahasan disesuaikan dengan spesifikasi dan klasifikasi hotel yang penekanannya pada perencanaan hotel pariwisata dengan pendekatan pada arsitektur tropis vernakuler beserta fasilitas yang disediakan.
E.     Metode dan Sistematika Pembahasan
1.     Metode pembahasan
Adapun metode dan pembahasan yang dilakukan adalah :
a.      Studi lapangan
1)     Melakukan survey lapangan atau survey lokasi
2)     Mengamati lokasi yang strategis untuk perencanaan hotel pariwisata dan melakukan pengambilan data primer dan sekunder yang berkaitan dengan topik permasalahan.
3)     Melakukan pengambilan data dan dokumentasi lapangan.
b.      Studi literature
Studi kepustakaan terhadap literatur – literatur bacaan yang menyangkut  obyek yang direncanakan serta untuk mendapatkan bahan pembanding, terutama untuk mendapatkan bahan tentang hotel pariwisata pada umumnya dan materi lain yang mendukung seperti obyek yang sejenis.
c.      Studi banding

2.     Sistematika pembahasan
a.        Tahap I        :   Merupakan tahap pendahuluan yang memberikan gambaran secara umum dan garis besar pengenalan judul yang dikemukakan pada latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan sasaran pembahasan, lingkup dan batasan masalah, serta metode dan sistematika pembahasan.
b.        Tahap II       :   Merupakan tinjauan pustaka umum tentang perhotelan dan studi banding terhadap hotel pariwisata yang ada.
c.        Tahap III      :   Merupakan tinjauan pembangunan hotel di Kabupaten Ende diantaranya tinjauan Kabupaten Ende sebagai daerah tujuan pariwisata, prospek pengadaan hotel pariwisata di Kabupaten Ende serta kecenderungan hotel pariwisata di Kabupaten Ende yang kemudian diolah agar mendapatkan pendekatan terhadap konsep perencanaan.
d.        Tahap IV      :   Merupakan kesimpulan dari semua data yang diperoleh dari analisa pembahasan yang terdahulu.
e.        Tahap V       :   Merupakan tahap pendekatan acuan perancangan terhadap arsitektur tropis vernakuler yang meliputi tinjauan arsitektur tropis, vernakuler dan penerapannya pada penampilan bangunan.
NOTE. UNTUK FILE MENTAH SILAHKAN KOMENTAR DAN SERTAKAN EMAIL ANDA, DAN KAMI AKAN MENGIRIMKAN LINK DOWNLOADX


No comments:

Post a Comment

Semoga Artikell Kami Bermanfaat,,,,,,,,,, Jagan Lupa Langganan dan Membagikan,,,,,,,,,!