BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha
dewasa ini sangatlah pesat khususnya di Indonesia, hal tersebut akibat adanya
upaya para pelaku bisnis, baik pihak swasta maupun pemerintah yang berusaha
untuk menyediakan sarana dan prasarana bisnis melalui berbagai macam usaha.
Perkembangan tersebut perlu
dibarengi dengan upaya-upaya peningkatan sumber daya manusia yang cukup bagi
para pelaku bisnis agar dapat berperan aktif dan tidak ketinggalan dengan
pengusaha asing, sehingga pelaku bisnis kita mampu untuk bersaing dengan
pengusaha dan masyarakat internasional.
Kabupaten Ende adalah salah satu kota yang berlokasi di Provinsi Nusa
Tenggara Timur, di mana penuh dengan perkembangan sejarah Negara Indonesia . Kabupaten
Ende juga terkenal akan tempat pariwisatanya, salah satunya Danau Kelimutu atau
biasa di kenal dengan Danau Tiga Warna. Bidang pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Ende dalam
pengembangan suatu kota, perkembangan wisatawan dari tahun ketahun makin meningkat,
tidak hanya wisatawan lokal melainkan wisatawan asingpun ikut hadir untuk
menikmati indahnya Danau Kelimutu,hal tersebut
menunjukkan bahwa minat wisatawan yang datang ke Kabupaten Ende cukup tinggi.
Dengan meningkatnya pariwisata maka
kebutuhan akan tempat menginappun bertambah. Kabupaten Ende memang banyak
memiliki hotel atau tempat penginapan, namun jarak hotel – hotel tersebut sangat jauh dengan lokasi pariwisata Danau Kelimutu.
Bahkan sampai saat ini jumlah hotel yang berada dekat dengan
lokasi pariwisata Danau Kelimutu hanya satu buah hotel yaitu
Hotel Flores Sare yang hanya memiliki 21 buah
kamar dan fasilitas penunjang berupa restauran, poliklinik dan kolam renang. Dengan melihat hal tersebut maka di rencanakan akan membangun hotel pariwisata di
sekitar lokasi Danau Kelimutu dengan
menyediakan jumlah kamar yang lebih banyak dan fasilitas penunjang yang lebih
lengkap misalnya kolam renang, coffe shop
, restauran, minimarket dan lain – lain dengan dasar pertimbangan jangka
panjang.
Pembuatan hotel tersebut juga diakibatkan
makin banyaknya kebutuhan sarana akomodasi hotel yang diperuntukkan untuk para wisatawan yang datang berkunjung di mana jumlah wisatawan yang berkunjung pada
tahun 2010 sebesar 26.244 orang, tahun 2011 sebesar 28.892, dan tahun 2012
sebesar 30.331, hal ini menunjukan rata – rata
peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ketahun sebesar 13,13 % sehingga
kebutuhan sarana akomodasi hotel untuk masa yang akan datangpun semakin
meningkat.
Melihat keadaan hotel pariwisata yang ada di Kabupaten Ende, tidak kita temukan suatu bangunan
hotel yang mempunyai ciri khas bangunan Kabupaten Ende, baik dari bentuk maupun
penampilan bangunan itu sendiri, untuk itu diperlukan suatu perencanaan
bangunan hotel pariwisata yang mampu memberi ciri khas
bangunan Kabupaten Ende pada bangunan hotel tersebut. Adapun yang menjadi khas
perencanaan bangunan hotel ini adalah pendekatan bentuk arsitektur tropis vernakuler Kabupaten Ende, dengan harapan agar konsep arsitektur
tropis vernakuler ini menjadi ciri khas tersendiri yang
mampu menarik tamu/pengunjung, sekaligus akan menjadi land mark bagi Kabupaten Ende.
Berdasarkan pertimbangan di
atas, maka hotel pariwisata dianggap perlu ditingkatkan
baik kualitas maupun pelayanan hotel itu sendiri, guna menunjang kegiatan wisata yang ada. Sekaligus akan memberi
pilihan kepada wisatawan untuk memilih hotel yang mereka inginkan,
dengan demikian pengelola hotel akan berusaha dan menyediakan prasarana
pendukung yang terbaik bagi pengunjung.
B.
Rumusan Masalah
1.
Masalah arsitektural
Permasalahan yang akan dikaji dalam penulisan ini :
a.
Bagaimana menentukan lokasi site yang strategis berdasarkan sebagai
tuntutan fungsi sebagai hotel pariwisata?
b.
Bagaimana merencanakan
fasilitas – fasilitas penunjang dengan
mempertimbangkan potensi wisata di area hunian sehingga dapat mendukung hotel
wisata yang akan direncanakan ?
c.
Bagaimana menghadirkan sebuah bangunan yang mempunyai ciri khas budaya
setempat pada hotel pariwisata ?
2. Masalah non arsitektural
a.
Bagaimana menjelaskan alasan
mengapa di bangun hotel pariwisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende?
b.
Bagaimana mengadakan
pendekatan kuantitatif atau angka dalam hal memprediksi kapasitas dan jumlah
ruang untuk jangka waktu yang panjang?
c.
Bagaimana menentukan karakteristik hotel
pariwisata dengan pendekatan pada arsitektur tropis vernakuler.
C.
Tujuan dan Sasaran Pembahasan
1.
Tujuan pembahasan
Menyusun landasan konseptual dari hotel pariwisata sesuai tuntutan dan fungsinya sehingga dapat diaplikasikan
ke dalam bentuk desain.
2.
Sasaran pembahasan
Mendapatkan konsep perencanaan hotel pariwisata dengan pendekatan arsitektur tropis vernakuler yang mempertimbangkan persyaratan, kriteria, karakteristik
aktivitas, faktor-faktor penentu fasilitas dan faktor-faktor penentu bagi
landasan desain fisik, serta faktor lingkungan alam sekitarnya.
D.
Lingkup dan Batasan Pembahasan
1.
Lingkup pembahasan
Dalam hal ini pembahasan difokuskan pada disiplin ilmu arsitektur dan tetap mempertimbangkan aspek disiplin ilmu lain yang dianggap dapat mendukung proses penyelesaian
permasalahan pada topik bahasan yang dibahas
dengan asumsi dan logika sederhana untuk suatu perencanaan hotel pariwisata.
2.
Batasan pembahasan
Batasan pembahasan disesuaikan dengan
spesifikasi dan klasifikasi hotel yang penekanannya pada perencanaan hotel pariwisata dengan pendekatan pada arsitektur tropis vernakuler beserta fasilitas yang disediakan.
E.
Metode dan Sistematika Pembahasan
1.
Metode pembahasan
Adapun metode dan pembahasan yang dilakukan
adalah :
a.
Studi lapangan
1)
Melakukan survey
lapangan
atau survey lokasi
2)
Mengamati lokasi yang
strategis untuk perencanaan hotel pariwisata dan melakukan pengambilan data primer dan
sekunder yang berkaitan dengan topik permasalahan.
3)
Melakukan pengambilan data dan dokumentasi lapangan.
b.
Studi literature
Studi kepustakaan terhadap literatur – literatur
bacaan yang menyangkut obyek yang
direncanakan serta untuk mendapatkan bahan pembanding, terutama untuk
mendapatkan bahan tentang hotel pariwisata pada
umumnya dan materi lain yang mendukung seperti obyek yang sejenis.
c.
Studi banding
2.
Sistematika pembahasan
a.
Tahap I : Merupakan
tahap pendahuluan yang memberikan gambaran secara umum dan garis besar
pengenalan judul yang dikemukakan pada latar belakang masalah, rumusan masalah,
tujuan dan sasaran pembahasan, lingkup dan batasan masalah, serta metode dan
sistematika pembahasan.
b.
Tahap II : Merupakan
tinjauan pustaka umum tentang perhotelan dan studi banding terhadap hotel pariwisata yang ada.
c.
Tahap III : Merupakan
tinjauan pembangunan hotel di Kabupaten Ende diantaranya tinjauan Kabupaten Ende sebagai daerah
tujuan pariwisata, prospek pengadaan hotel pariwisata di
Kabupaten Ende serta kecenderungan hotel pariwisata di
Kabupaten Ende yang kemudian diolah agar mendapatkan pendekatan terhadap
konsep perencanaan.
d.
Tahap IV : Merupakan
kesimpulan dari semua data yang diperoleh dari analisa pembahasan yang
terdahulu.
e.
Tahap V : Merupakan
tahap pendekatan acuan perancangan terhadap arsitektur tropis vernakuler yang meliputi tinjauan arsitektur tropis, vernakuler dan penerapannya pada penampilan bangunan.
NOTE. UNTUK FILE MENTAH SILAHKAN KOMENTAR DAN SERTAKAN EMAIL ANDA, DAN KAMI AKAN MENGIRIMKAN LINK DOWNLOADX
No comments:
Post a Comment
Semoga Artikell Kami Bermanfaat,,,,,,,,,, Jagan Lupa Langganan dan Membagikan,,,,,,,,,!